Bangladesh Dilanda Gempa, Warga Panik dan Kerusakan Terjadi di Beberapa Daerah

Bangladesh Dilanda Gempa, Warga Panik dan Kerusakan Terjadi di Beberapa Daerah
Dhaka, Bangladesh – Bangladesh diguncang gempa bumi pada hari Selasa pagi (22 November 2025), menyebabkan kepanikan di kalangan warga dan kerusakan bangunan di beberapa daerah. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Bangladesh (BMB), gempa yang terjadi sekitar pukul 09.15 waktu setempat ini memiliki kekuatan 6,3 skala Richter dan pusatnya berada di sekitar wilayah barat laut negara tersebut.
Gempa ini dirasakan cukup kuat di ibu kota Dhaka dan kota-kota besar lainnya seperti Chittagong dan Rajshahi. Banyak warga berlari keluar dari gedung dan mencari tempat yang lebih aman saat getaran terasa. Meskipun ada laporan tentang kerusakan bangunan, baik itu retakan pada tembok maupun ambruknya struktur tertentu, belum ada laporan resmi tentang korban jiwa.
Petugas penyelamat telah dikerahkan untuk memeriksa lokasi-lokasi yang terpapar dampak terbesar dari gempa ini, termasuk beberapa wilayah pedesaan yang lebih sulit dijangkau. Pihak berwenang Bangladesh juga telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kemungkinan adanya gempa susulan.
Gempa ini terjadi di zona seismik aktif yang dikenal sebagai batas lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang membuat wilayah Bangladesh rawan terhadap gempa bumi. Masyarakat diminta untuk mengikuti petunjuk dari otoritas terkait dan tetap memperhatikan update terbaru.
Sejauh ini, layanan darurat dan tim medis sedang berupaya memberikan bantuan kepada para korban yang membutuhkan, dan pemerintah Bangladesh telah menyatakan akan segera melakukan penilaian lebih lanjut untuk menentukan kerusakan yang lebih luas dan langkah-langkah pemulihan.
Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik dan tetap menjaga keselamatan diri, serta mengikuti prosedur evakuasi yang disarankan.
Sementara itu, gempa ini juga memicu kekhawatiran mengenai dampak terhadap infrastruktur yang rentan di negara dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Bangladesh. Pemerintah diperkirakan akan segera mengeluarkan langkah-langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana alam di masa mendatang.


