Ganjar Pranowo angkat bicara terkait pernyataan BEM Bersatu yang menyoroti sosok Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang belakangan dikenal vokal mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)↗.
Sebelumnya, BEM Bersatu menyampaikan dugaan adanya kedekatan antara Tiyo Ardianto dengan sejumlah tokoh politik dan purnawirawan militer. Mereka meminta gerakan mahasiswa tetap independen serta tidak ditunggangi kepentingan politik praktis.
Baca Juga: Banyak Ranjau di Selat Hormuz, Seberapa Besar Ancamannya bagi Dunia?↗
Menanggapi hal tersebut, Ganjar menilai bahwa dalam ruang demokrasi, kritik merupakan hal yang wajar. Ia menegaskan bahwa setiap kritik maupun tuduhan seharusnya direspons melalui data dan fakta yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Menurut Ganjar, perdebatan publik akan lebih sehat apabila semua pihak mengedepankan argumentasi yang berbasis bukti. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok kritis yang menyampaikan aspirasi masyarakat secara objektif dan konstruktif.
Baca Juga: AS dan Iran Nyatakan Damai, Namun Kesepakatan Akhir Masih Bersifat Tentatif↗
Isu mengenai Tiyo Ardianto sendiri menjadi perhatian publik setelah sejumlah kelompok mahasiswa menyampaikan pandangan berbeda terkait program-program pemerintah. Di sisi lain, Tiyo sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh mahasiswa yang aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan publik yang dianggap perlu dievaluasi.
Pengamat politik menilai polemik tersebut menunjukkan dinamika demokrasi yang sehat selama seluruh pihak tetap mengedepankan dialog, transparansi, dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat. Kritik dan respons yang berbasis data dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai suatu persoalan.
source: Ganjar Respons BEM Bersatu soal Tiyo Ardianto: Jawab Kritik dengan Data↗

