Kepala Patung RI-1 Mereng di Indramayu, Pihak Berwenang Lakukan Penyidikan

Kepala Patung RI-1 Mereng di Indramayu, Pihak Berwenang Lakukan Penyidikan
Indramayu, 19 November 2025 – Patung Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, yang terletak di salah satu lokasi strategis di Kabupaten Indramayu, mengalami kerusakan pada bagian kepala. Kepala patung yang sebelumnya tegak sempurna kini tampak miring dan rusak. Kejadian ini menarik perhatian warga setempat dan mengundang kekhawatiran akan potensi kerusakan lebih lanjut pada monumen bersejarah tersebut.
Pihak pemerintah setempat, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Indramayu, mengonfirmasi bahwa patung tersebut mengalami kerusakan pada bagian kepala akibat faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras disertai angin kencang diduga menjadi penyebab utama ketidakseimbangan pada struktur patung tersebut.
Namun, beberapa warga menduga bahwa kerusakan ini bukan hanya disebabkan oleh cuaca. “Kami khawatir ini bukan hanya masalah alam, bisa jadi ada pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Seiring dengan berkembangnya isu tersebut, polisi setempat segera turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan memeriksa semua kemungkinan penyebab kerusakan ini. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, kami akan menindak tegas,” ujar Kapolsek Indramayu, Kompol Andi Rahman.
Pihak Dinas Kebudayaan juga telah melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi dan berencana melakukan perbaikan secepatnya agar patung tersebut dapat kembali berdiri tegak. Perbaikan tersebut diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu.
Patung yang diresmikan pada tahun 1970 tersebut merupakan salah satu monumen bersejarah yang dianggap penting bagi masyarakat Indramayu, karena melambangkan perjuangan dan jasa-jasa Presiden Soekarno dalam memerdekakan Indonesia.
Masyarakat setempat berharap agar proses perbaikan berjalan lancar, sehingga simbol nasional yang ada di daerah mereka dapat kembali tampil utuh dan menghormati sejarah perjuangan bangsa.


