Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah langkah yang dapat ditempuh pemerintah daerah dalam melakukan penataan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu disampaikan saat rapat kerja bersama DPR RI yang membahas berbagai persoalan kepegawaian dan kemampuan anggaran daerah.
Baca Juga: Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, AS Serang Fasilitas Radar Iran↗
Menurut Tito, penataan PPPK perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pelayanan publik dan kapasitas keuangan daerah. SLOT GACOR↗ Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus mampu menghitung beban belanja pegawai agar tidak mengganggu program pembangunan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Tito juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mencari solusi bagi daerah yang menghadapi keterbatasan fiskal. Langkah tersebut dilakukan agar proses pengangkatan dan penataan PPPK dapat berjalan sesuai aturan tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026↗
Mendagri menilai keberadaan PPPK tetap penting untuk memperkuat pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan tenaga profesional seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan teknis lainnya. LOGIN KAISAR4DTOTO↗ Karena itu, proses penataan harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap kebijakan yang disusun dapat memberikan kepastian bagi para PPPK sekaligus menjaga kondisi keuangan daerah tetap sehat. DPR pun mendorong adanya solusi yang mampu menjawab kebutuhan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
source: Rapat Bareng DPR, Mendagri Beberkan Solusi Penataan PPPK di Daerah↗

