Semeru Erupsi di Ranu Kumbolo, Puluhan Pendaki Terjebak

Semeru Erupsi di Ranu Kumbolo, Puluhan Pendaki Terjebak
Lumajang, 19 November 2025 – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meletus pada pagi hari ini, mengakibatkan puluhan pendaki yang berada di sekitar kawasan Ranu Kumbolo terjebak. Erupsi yang terjadi pukul 07.30 WIB tersebut mengeluarkan abu vulkanik yang tebal dan disertai dengan lontaran batu serta material panas yang membahayakan aktivitas pendakian di jalur Semeru.
Menurut informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, letusan ini disertai dengan hujan abu yang cukup deras di wilayah Ranu Kumbolo, tempat para pendaki biasa beristirahat sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak. Kejadian ini menyebabkan visibilitas menjadi sangat terbatas dan beberapa pendaki kesulitan untuk kembali turun ke base camp.
Puluhan Pendaki Terjebak
Salah satu pendaki yang terjebak, Dwi Santoso (28), menceritakan pengalaman dramatisnya. “Kami sedang beristirahat di sekitar Ranu Kumbolo saat tiba-tiba terjadi letusan. Abu vulkanik turun dengan sangat cepat, dan kami tidak bisa melihat apapun. Kami pun berusaha mencari tempat berlindung,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Hingga siang ini, sekitar 40 pendaki yang sedang berada di Ranu Kumbolo dilaporkan masih terjebak di lokasi, dengan kondisi yang semakin sulit akibat meluapnya abu vulkanik. Tim SAR yang terdiri dari anggota Basarnas dan relawan pendakian segera dikerahkan untuk mengevakuasi pendaki yang terjebak.
“Kami sedang melakukan upaya penyelamatan dengan memanfaatkan jalur pendakian yang lebih aman. Proses evakuasi diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam, mengingat kondisi medan yang cukup berat dan abu yang masih turun,” ujar Kepala Pos SAR Lumajang, Agus Riyanto.
Peringatan Keras kepada Pendaki
Pihak berwenang menghimbau kepada seluruh pendaki untuk sementara menunda perjalanan ke Gunung Semeru, mengingat peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Erupsi ini adalah bagian dari serangkaian aktivitas vulkanik yang lebih intensif sejak beberapa pekan lalu, dengan status Semeru yang kini berada pada level III (Siaga).
“Kami meminta agar semua pendaki mengikuti instruksi dari petugas pos pengamatan dan tidak memaksakan diri untuk mendaki. Keamanan pendaki adalah prioritas utama kami,” tambah Agus Riyanto.
Sementara itu, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lumajang juga telah menyarankan agar masyarakat dan wisatawan menghindari area sekitar Semeru hingga status aktivitas gunung kembali aman. Evakuasi terhadap pendaki yang terjebak akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil diselamatkan.
Upaya Pemulihan
Meski sejumlah pendaki telah berhasil dievakuasi, petugas SAR dan tim medis masih terus berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban akibat letusan yang lebih besar. Sementara itu, petugas pos pengamatan vulkanologi terus memantau aktivitas Gunung Semeru dengan seksama.
Pihak berwenang berharap situasi ini segera membaik, namun tetap meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana alam yang masih dapat terjadi dalam waktu dekat.


